sebenarnya, teman
aku menunggu dalam kepanasan
mentari merah tergantung menerjah kulit cerahku
peluh pun menitis dalam celana di bawah kipas perlahan
di sebuah kafe yang penuh asap, bau kopi dan hilai remaja
dan kau, teman
masih belum tiba lagi
0 orang memberi komen:
Catat Ulasan